Sabtu, 28 Juli 2012

MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA (2)

D.   MENERAPKAN PERILAKU BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN
1.   Prinsip dan ciri perilaku belajar
Prinsip-prinsip umum perilaku belajar efektif dan efisien menurut Silverman (1970):
a.   Proses perilaku belajar sangat efektif dan efisien bila diperkuat dengan respon yang benar
b.   Terdapat banyak macam perilaku belajar yang kesemuanya memerlukan proses belajar dan latihan berbeda
c.   Proses perilaku belajar akan efektif dan efisien bila dimengerti, dan kurang berhasil jika dilakukan dengan menghafal
d.   Persepsi belajar ditentukan oleh seberapa baik dan seberapa banyak dapat diserap
e.   Pelajar, belajar apa yang dikerjakan
f.    Orang dapat belajar lebih efektif dan efisien, bila mereka mengetahui batas-batas kemampuannya
g.   Frekuensi respon yang diperkuat, ditentukan oleh seberapa baik respon itu dapat dipelajari
h.   Kondisi motivasional dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi, serta pemberian hadiah dapat memajukan peranan penting dalam menampilkan perilaku belajar
i.    Praktek dalam berbagai bidang usaha atau bisnis akan mendorong terciptanya penerapan proses perilaku belajar secara efektif dan efisien
2.   Komponen prilaku belajar
Agar dapat efektif membelajarkan diri, sehingga dapat berkembang secara dinamis, kreatif, efektif, dan efisien maka harus ditanamkan pemikiran beberapa komponen perilaku belajar, sebagai berikut:
a.   Pengajaran unit
Agar dapat efektif membelajarkan diri, sehingga dapat berkembang secara dinamis, kreatif, efektif, dan efisien maka harus ditanamkan pemikiran beberapa komponen perilaku belajar, sebagai berikut:
1)   Belajar membuat perencanaan usaha atau bisnis;
2)   Belajar mengembangkan diri pribadi secara efektif dan efisien;
3)   Belajar memecahkan suatu permasalahan dalam berwirausaha;
4)   Belajar bekerja atau magang di berbagai usaha atau bisnis;
5)   Belajar secara ilmiah dalam berwirausaha;
6)   Belajar mengembangkan sikap mental berwirausaha;
7)   Belajar bekerja sama dengan wirausahawan;
8)   Belajar mengenal dunia kerja serta perkembangan lingkungannya
b.   Pengertian perilaku hasil belajar
Pengertian perilaku hasil belajar secara efektif dan efisien, hendaknya dicapai melalui:
1)   Keterampilan berwirausaha;
2)   Nilai moral berwirausaha;
3)   kepekaan terhadap lingkungan perilaku belajar;
4)   SIKAP mental berwirausaha;
5)   Apresiasi dalam berwirausaha.
c.   Bersikap dinamis
Bersikap dinamis sangat penting untuk penerapan perilaku belajar yang tadinya pasif dan statis menjadi terbuka. Begitu pula dinamis terhadap inovasi, kreasi, dan melatih kepekaan hidup melalui berwirausaha.
d.   Aktivitas belajar
Agar lebih aktif belajar efektif dan efisien maka aktivitas belajar hendaknya meliputi mendengarkan, menulis, menilai, berhitung, berbicara, menyimpulkan, mengorganisir, menganalisis, dan menarik kesimpulan belajar berwirausaha.
e.   Pembicaraan sistem bimbingan belajar
Sistem bimbingan belajar wirausaha secara klasikal mengandung kelemahan, yaitu kurangnya perhatian dan pelayanan terhadap perbedaan individu, serta perkembangan pribadi yang dinamis, kreatif, inovatif, efektif, dan efisien. Agar mereka aktif dalam melaksanakan perilaku belajar efektif dan efisien, harus ditanamkan dan dikembangkan kondisi, serta adanya kesempatan untuk memberikan bimbingan belajar secara individual.
E.   MENERAPKAN SIKAP BEKERJA EFEKTIF DAN EFISIEN
1.   Penerapan kesempatan bekerja
Diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh, seperti pendidikan keterampilan, pendidikan kegiatan kerja, pembangunan industri, pembangunan prasaran, pemilihan teknologi, dan lain sebagainya. Agar dapat mencapai tujuan sikap bekerja efektif dan efisien para wirausahawan diharapkan:
a.   Aktif dan kreatif daripada berpikir kritis. Di sini harus menciptakan sikap bekerja efektif dan efisien, serta mengembangkan daya cipta yang positif
b.   Mengubah kebiasan mencari kerja dengan menciptakan pekerjaan, yaitu selalu sibuk dan menerapkan perilaku bekerja efektif dan efisien, dalam setiap kesempatan yang ada.
2.   Kepercayaan dan keberanian bekerja
Menerapkan perilaku bekerja efektif dan efisien, perlu dikembangkan dalam berbagai bidang atau vak tertentu menjurus pada efektivitas usaha atau bisnis. Menanamkan perilaku bekerja efektif dan efisien perlu diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan:
a.   Pembinaan dan pengembangan bekerja;
b.   bimbingan penyuluhan dan pengawasan bekerja;
c.   Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif, kreatif dan inovatif.
Menerapkan sikap bekerja efektif dan efisien, harus dijalankan dengan terarah dan baik, yaitu:
a.   Bekerja merupakan kebiasaan dan pengalaman dan vak bakat sendiri;
b.   Bekerja harus luwes dan menyenangkan dalam pergaulan.
3.   Ciri-ciri sikap bekerja baik
Ketidakefektifan dan ketidakefisienan bekerja, justru terdapat pada wirausahawan yang sering tidak berada dalam kelompok kerjanya. Ketidakefektifan dan ketidakefisienan bekerja,  sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek ketenagakerjaan. Ketenagakerjaan tergantung dalam kategori berikut ini:
a.   Dilligence (kerajinan, kerja keras);
b.   Dedication (pengabdian);
c.   Integrity (keutuhan, watak);
d.   Responsiblenness (rasa tanggung jawab);
e.   Carefullness (kehati-hatian);
f.    Versatility (keserbabisaan);
g.   Innovativeness (daya pembaruan);
h.  Cooperativeness (semangat kerjasama);
i.    Eageerness to Learn besides Skills fullness (Hasrat besar untuk belajar dan kemahiran).
4.   Motivasi dalam bekerja
Pandangan secara konvensional, bekerja itu sebagai sarana untuk mendapatkan kebutuhan. Akan tetapi, dalam pandangan yang maju, bekerja bukanlah sekedar sarana, melainkan ada dimensi-dimensi lain yang perlu dipikirkan. Salah satu dimensi itu adalah menggangap bahwa bekerja itu justru sebagai suatu kebutuhan.
Untuk memperdalam tentang motivasi, hendaknya wirausaha memahami hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan hidup. Menurut Abraham H. Maslow (1954), kebutuhan-kebutuhan yang berhubungan dengan masalah motivasi, yaitu:
a.   Kebutuhan fisiologi misalnya, makan, minum, istirahat, tidur, dan sebagainya..
b.   Kebutuhan akan rasa aman misalnya, bebas dari ancaman fisik dan psikis.
c.   Kebutuhan akan penghargaan misalnya, penghargaan akan kemampuan, kompetensi, dan percaya diri.
d.   Kebutuhan untuk aktualisasi diri misalnya, mengembangkan potensi-potensinya semaksimal mungkin.
F.   PENGARUH SEMANGAT KERJA KEHIDUPAN DI SEKOLAH DAN DI LINGKUNGAN
1.   Semangat kerja wirausaha
Wirausaha adalah orang-orang yang terampil memanfaatkan peluang- peluang usaha. Adapun yang menjadi pengaruh dasar dalam semangat kerja kehidupan wirausaha sehari-hari terletak pada:
a.   Kreativitas, motivasi, dan rasa percaya diri;
b.   Sikap disiplin dan kemauan untuk memajukan usahanya;
c.   Keberanian berinisiatif dan berinovatif dalam usahanya;
d.   Sikap bekerja efektif dan efisien dalam usahanya;
e.   Minat dan kemauan dalam berwirausaha.
2.   Persyaratan semangat kerja
Agar para siswa mempunyai semangat kerja seperti wirausaha dan berhasil di dalam perjuangan usahanya, maka persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
a.   Memiliki kepribadian unggul:
b.   Mengenal diri sendiri:
c.   Mengetahui dan memperhatikan:
d.   Memiliki kekayaan pribadi:
e.   Kemauan untuk belajar:
f.    Mempunyai keahlian khusus:
3.   Tujuan semangat kerja
Semangat kerja wirausahawan cukup besar pengaruhnya di dalam kehidupan para siswa keseharian di sekolah dan lingkungannya. Secara lebih rinci, tujuan pribadi para siswa tersebut, yaitu ingin:
a.   Meningkatkan prestise pribadinya;
b.   Menciptakan kesan bonafit;
c.   Memperoleh suatu kemajuan;
d.   Meningkatkan kegiatan belajarnya secara efektif dan efisien;
e.   Mempertahankan kontinuitas belajarnya;
f.    Menemukan hal-hal yang baru di dalam belajar kewirausahaan;
g.   Meningkatkan semangat belajar dan kerjanya.
Berdasarkan hasil analisis dan penghayatan mengenai semangat kerja wirausaha, faktor-faktor yang menunjang keberhasilan dan dapat mempengaruhi para siswa di sekolah dan lingkungannya, yaitu sebagai berikut:
a.   Semangat kerjanya penuh keyakinan;         
b.   Semangat kerjanya penuh ketekunan dan tekad yang terarah;  
c.   Semangat kerjanya memakai pola pikir dengan gagasan atau ide-ide yang positif;
d.   Semangat kerjanya didasarkan pada:
1) Kemampuan sendiri;
2)  Bakat dan minat yang dimilikinya;
3)  Pengalaman sendiri;
4)  Kesungguhan dalam berusaha;
e.   Semangat kerjanya penuh kegairahan dan ketabahan;
f.    Semangat kerjanya tidak terpengaruh oleh pekerjaan lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar